BAB V
MEDIA POLITIK: SALURAN
MASSA, INTERPERSONAL, DAN ORGANISASI
Alat atau upaya yang yang digunakan
untuk mengirimkan pesan ialah saluran dari ‘siapa mengatakan apa kepada siapa’.
SALURAN KOMUNIKASI POLITIK
Saluran komunikasi adalah
alat serta sarana yang memudahkan penyampaian pesan. Menurut pendapat Kenneth
Burke, saluran adalah ciptaan makhluk pemakai lambang untuk melancarkan saling
tukar pesan. Saluran di sini bukan hanya alat dan sarana, tetapi juga manusia
itu sendiri. Berbeda dengan saluran lain, manusia merupakan saluran yang aktif,
selektif, tidak pasif dan netral. Otak manusia menyandikan kembali dan
mentransformasi pesan, bukan mekanisme untuk pengalihan bersambung yang
sederhana.
Alat dan sarana berguna
untuk memudahkan tapi bukan untuk menjamin ketepatan. Sebaliknya, bila
dipikirkan bahwa pada dasarnya manusia juga adalah sarana, “maka saluran
komunikasi itu lebih dari sekedar titik sambungan, tetapi terdiri atas
pengertian bersama tentang siapa dapat berbicara kepada siapa, mengenai apa, dalam
keadaan bagaimana, sejauh mana dapat dipercaya.”
TIPE SALURAN
Satu
tipe utama saluran menekankan komunikasi satu-kepada-banyak, yaitu komunikasi
massa. Ada dua bentuk komunikasi massa, yang pertama face to face atau tatap muka dan yang kedua dengan menggunakan
perantara media massa (Televisi, media cetak, dsb).
Saluran
komunikasi interpersonal, merupakan bentuk dari hubungan satu-kepada-satu. Tipe
ini juga terdiri atas bentuk tatap muka (kunjungan dari rumah ke rumah/ door to
door) dan berperantara (melalui telepon, dsb).
Saluran
komunikasi organisasi menggabungkan penyampaian satu-kepada-satu dan
satu-kepada-banyak. Misalnya seorang presiden melakukan diskusi tatap muka
dengan bawahannya, kemudian hal tersebut diberitakan, sehingga menjadi konsumsi
publik.
MEDIA MASSA DAN MEDIA MINORITAS
Teori
perceptual. Bahasa
yang digunakan seseorang menentukan sifat pikiran manusia; sebenarnya struktur realitas
yang disajikan kepada seseorang sangat dipengaruhi oleh bahasa yang tersedia untuk
mengonseptualkan dunia nyata yang dipersepsi oleh orang itu.
Teori
fungsional. Fokus
teori ini komunikasi massa, yang mengamati berbagai jenis fungsi media bagi pembaca,
pendengar, dan penonton.
Teori
persuasi dan informasi. Teori
ini menetapkan informasi menurut kemampuannya mengurangi ketidakpastian atau ketidakteraturan
situasi pada ujung penerima.
Teori
permainan. Berargumentasi
bahwa kita berkomunikasi hanya untuk kesenangan yang kita peroleh dari tindakan
itu sendiri.
Teori
parasional. Kelompok
lain berargumentasi bahwa komunikasi massa berfungsi memenuhi kebutuhan manusia
akan interaksi sosial. Hal ini tercapai jika media massa memberi peluang bagi hubungan
parasional, yaitu melibatkan orang-orang kedalam apa yang tampaknya merupakan keakraban
hubungan tatap muka tanpa terjadinya hubungan langsung.
Teori
guna dan kepuasan. Pendekatan
guna dan kepuasan dimulai dari anggapan bahwa anggota khalayak media adalah peserta
aktif dan selektif dalam keseluruhan proses komunikasi.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Komunikasi massa menjangkau semua alat
interpersonal dan perantara untuk mencapai khalayak besar yang tidak berdekatan.
Komunikasi interpersonal terdiri atas saluran tukar lisan di antara dua atau lebih
orang.
Karakteristik Percakapan Politik
Komunikasi personal
mengenai politik atau komunikasi apapun mengenai masalah itu, adalah pertemuan
terpusat. Artinya, sangat sedikit orang yang mengambil bagian, pihak-pihak saling
memberi hak untukmengakui dan mejawab dalam pertukaran itu, dan percakapan berlangsung
dengan cara orang-orang bergiliran mengatakan segala sesuatu.
Koorientasi.
Penyebutan ini hanya
untuk menunjukan bahwa orang saling tukar pandangan dalam suatu masalah.
Kontur
saling tukar interpersonal. Beberapa
hal mempengaruhi hal yang diberikan orang kepada pesan-pesan yang mengalir melalui
saluran-saluran interpersonal.
Prinsiphomofil.
Riset mengemukakan tiga
dalil yang jika digabungkan membentuk prinsip homofil dalam komunikasi.
1.
Orang-orang
yang mirip dan sesuai satu sama lain lebih sering berkomunikasi daripada orang-orang yang tidak serupa sifat dan pandangannya.
2.
Komunikasi
yang lebih efektif terjadi jika sumber dan penerima homofilitik.
3.
Homofili dan saling memelihara.
Empati.
Kemampuan memproyeksi
diri tersendiri kedalam titik pandang dan empati orang lain memberikan peluang kepada
komunikator untuk berhasil dalam bercakap-cakap.
Menyingkap
diri. Melihat titik pandang
orang lain lebih mudah jika orang itu dengan terusterang mengatakan pada anda bagaimana
pandangannya.
KOMUNIKASI ORGANISASI
Apa organisasi itu?
Organisasi sosial terdiri
dari sekumpulan orang yang memiliki hubungan yang cukup stabil diantara perseorangan
dan subkelompok.
Komunikasi di dalam dan oleh organisasi
Dalam komunikasi organisasi
terdapat dua tipe umum saluran komunikasi. Yang satu memudahkan komunikasi
intern. Proses komunikasi internal ini memiliki tiga aspek, yaitu:
1.
Orang-orang harus memiliki informasi sebagai dasar membuat keputusan.
2.
Putusan dan dasar alasannya itu harus disebarkan agar anggota-anggota organisasi itu melaksanakannya.
3.
Adasaluran-saluran untuk “pembicaraan organisasi”.
SIFAT PERSUASIF SALURAN KAMPANYE POLITIK
Orang sering menganggap kampanye
pemilihan sebagai suatu upaya yang rumit untuk mempropagandakan pemberi suara
yang potensial. Pelaksanaan kampanye politik pada tiga front memerlukan penggunaan
rencana kampanye dan konsep kampanye total.
KAMPANYE MASSA
Telah dikatakan bahwa persuasi
massa adalah salah satu dari sekian banyaknya kamunikasi. Imbauan kepada massa dilakukan
baik melalui hubungan tatap muka ataupun melalui jenis media berperantara,
yaitu media elektronik, media cetak, atau poster.
Kampanye tatap muka
Rapat umum politik memberikan
peluang utama kepada kandidat untuk melakukan komunikasi tatap muka di depan khalayak
massa. Di sini tokoh utama masyarakat, apakah dia seorang demokrat atau
republikan , memikat partisipan dari kedua belah pihak.
Media elektornik sebagai perantara
Bila memikirkan media
elektronik biasanya kita menjadi ingat kepada radio dan televisi, namun telepon
juga merupakan alat komunikasi politik yang penting.
KAMPAYE INTERPERSONAL
Hubungan
tatap muka terdiri atas tiga jenis, yaitu:
1.
Penampilan pribadi yang dilakukan oleh kandidat dalam
setting yang relatif informal
2.
Ada kampanye melalui kebaikan kantor pemuka pendapat.
3.
Ada orang-orang yang dengan sukarela melakukan anjang sono selama kampanye.
KAMPANYE ORGANISASI
Dalam kampanye pejabat
tinggi Negara bagian dan federal, berbagai organisasi turut serta. Salah satu diantaranya
ialah organisasi kandidat yang diuraikan pada awal tulisan ini. Yang kedua terdiri
atas banyak dan beraneka ragam organisasi kepentingan khusus yang mendukung organisasi.
Yang ketiga adalah kelompok penyongkong, sedangkan yang terakhir ialah partai politik
sebagai organisasi utama.
AKIBAT KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM KAMPANYE POLITIK
Seperti telah ditulis oleh
Blumer, “apapun pengaruh yang diberikan oleh penyajian media massa, bergantung pada
cara orang yang menerima dan menangani penyajian itu.” Pengatan yang sama berlakubagi
media interpersonal dan media organisasi.
Pada tingkat efektif nilai,
pertimbangan, keinginan, dan hasrat politik, konsekuensi komunikasi kurang jelas.
Apakah imbaun persuasif mengubah apa yang kita inginkan atau tidak kita inginkan,
tidak sukai atau kita sukai? Menurut konsensus sejumlah studi, para pemilih kurang
cenderung mengubah keputusannya sebagai hasil persuasi, tetapi cenderung menerima
informasi yang memperkuat kesukaannya.
Komentar
Posting Komentar