Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Cerpen "1 Panggilan Tak Terjawab"

1 Panggilan Tak Terjawab Suatu pagi di musim hujan , aku berangkat ke kampus pagi-pagi sekali . Alasannya bukan karena ada kuliah pagi , tapi ada banyak hal yang lebih urgen . Pertama , aku tahu saat itu musim hujan . Kedua , aku tidak punya payung . Ketiga , aku juga tidak punya jas hujan . Keempat , aku harus menghindari hujan yang akan turun di jam-jam tak terduga . Kelima , pagi-pagi adalah waktu yang tepat untuk Online Gratis di kampus . Setelah menimbang , merenung , dan akhirnya memutuskan untuk berangkat ke kampus , akhirnya langit memamerkan awan-awan kelabunya . Imajinasi Hiper aktif mode on, maka terjadilah percakapan batin antara aku dan langit . “ Kamu nantangin ?” Tanyaku sambil melotot ke arah gumpalan awan di atasku . “ Kalau iya kenapa ?” Kata lagit . “ Ya udah enggak apa-apa .” “ Biasa aja dong matanya .” “ Banyak bacot , lu .” “Lu juga .” ...

Rabu, Ini Sepenuhnya Salahku!

Assalamu alaikum Wr Wb Aku tidak tahu apa yang salah dengan hari ini. Setahuku hari ini hari Rabu. Hari di mana dulu aku juga dilahirkan. Hari yang pernah jadi sangat membahagiakan. Tapi hari ini terlalu banyak insiden yang rasanya mau memecah kepalaku dalam semalam. Rasanya kalau memikirkan semua ini, ingin kuberi label ‘SIAL’ pada setiap hari ‘Rabu’. Haruskah aku menyebutnya ‘Wednesday’ saja, agar tidak sesial ini? Pertama , aku tidak menyelesaikan tugas meng-entri data calon penerima bantuan LPG 3 kg dengan tepat waktu, justru aku menghilangkan data yang sudah ku-entri sebelumnya. Itu benar-benar merusak kepercayaan. Kedua , aku tidak mengerjakan tugasku, yang nyata-nyata dikumpul besok. Tapi itu sudah biasa. Tapi yang ketiga ini benar-benar sesuatu yang membuatku merasa jadi manusia paling tidak peka. Saat dimana tanpa sengaja aku menjadi penyebab pertengkaran antara Aan dan Rahmah. Awalnya aku hanya menonton film “The Dictator” dan mengatakan dengan polosnya mengatak...

8 Pengalaman Pribadi

Pada Posting Kali ini, saya akan berbagi tugas mata kuliah Creative Writing . Kali ini kami diberi tugas untuk menuliskan tujuh pengalaman pribadi selama tujuh hari alias seminggu. Berikut ini judul-judul ke-8 pengalamanku. Laci, Pemberi Harapan Palsu "Woy, Dero dimana?" Malam Jum'atku KULJUM (Kuliah Jum'at) Maaf, Maaf dan Maaf Getar-Getar? Esai? atau Curhat? Rabu, Ini Sepenuhnya Salahku!

Esai? Atau Curhat?

Assalamu alaikum, Setiap saya mencoba menulis sebuah karya fiksi, saya selalu berusaha melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Begitu pula cara saya menulis. Sesunggunya saya belum menemukan ciri khas yang bisa mewakili karakter saya. Terkadang saya menulis dengan bahasa sastrawi, terkadang malah terlalu formal, tapi kadang-kadang menulis dengan dialek kaili menjadi sebuah pilihan yang unik bagi saya. Sejujurnya orang tua saya bukan orang kaili, keduanya orang bugis, tapi lahir dan tinggal di sini, apa itu tidak cukup bagi saya untuk disebut sebagai orang kaili? Mungkin tidak, mungkin juga iya. Tapi apapun pilihannya, minumnya teh botol sosro. Gaya bahasa dalam menulislah yang akhirnya mengantarkan saya pada sebuah titik terang bahwa mencari gaya bahasa yang tepat dalam menulis sama halnya dengan mencari jati diri. Ada tahapan dan prosesnya. Semua butuh waktu. Tapi saya yakin, bahwa jati diri adalah sesuatu yang muncul dari dalam diri dan tidak dibuat-buat. Sesuat...