Langsung ke konten utama

Dasar-Dasar Jurnalistik: Nilai Berita Serta Contohnya


 Oleh: Kelompok IV
Nilai berita (news value) melekat di berbagai unsur. Nilai berita yang pertama terdapat pada  unsur waktu (timeless). Nilai berita yang kedua unsur kedekatan (nearness). Nilai berita selanjutnya pada unsur humor. Nilai berita yang lainnya adalah unsur aneh, konflik, dan pertentangan. Sementara Nilai berita yang sering ditampilkan adalah yang memuat unsur penting, perubahan, dan human interest.

a)      Unsur waktu (timeless)

Waktu disini mengandung pengertian, segala sesuatu kejadian atau peristiwa, semakin dekat atau cepat dengan waktunya, akan lebih menarik perhatian, dibandingkan dengan waktunya, akan lebih menarik perhatian, dibanding dengan waktuyang lampau atau basi. Semakin dekat dengan waktu aktual, nilai menariknya semakin tinggi. Sebaliknya, semakin jauh dengan waktu kejadiannya, maka akan semakin kurang menarik perhatian pembaca. Oleh karena itu setiap wartawan harus selalu mempunyai naluri menulis dan mengirimkan beritanya yang tercepat. Mereka seolah-olah bersaing dengan wartawan yang satu dengan yang lain.

b)      Unsur kedekatan (nearness)

Nilai berita berupa kedekatan disini, merupakan letak tempat atau kejadian, dekat dengan pembaca dan kedekatan keperluan atau kepentingan pembaca. Pembaca surat kabar/majalah akan lebih tertarik membaca berita-berita yang ada kedekatan dengannya. Begitu pula jika keperluan pembaca juga dekat dengan apa yang diberitakan, maka ia akan lebih tertarik.

c)      Unsur humor dan menarik perhatian

Suatu kejadian atau hal-hal yang bersifat lucu, humor, jenaka, kocak, biasanya disenangi orang atau pembaca.

d)     Unsur aneh

Nilai berita yang terangkum pada unsur ini adalah segala sesuatu hal yang tidak lazim dan berbeda dengan kebiasaan, mempunyai nilai berita yang tinggi. Dengan demikian hal itu bisa ditulis untuk dijadikan berita yang menarik perhatian pembaca.

e)      Unsur pornografi (sex)

Hal-hal yang berbau pornografi, sex, cabul biasanya menarik perhatian pembaca.

f)       Unsur pertentangan (conflict)

Suatu kejadian atau hal-hal yang berbau atau mengandung konflik/pertentangan akan menarik perhatian. Apalagi jika yang terlihat dalam konflik tersebut orang-orang penting, cendekiawan, tokoh masyarakat, politikus dan sebagainya. Untuk memperoleh berita yang bagus, wartawan bisa memperoleh berita yang benar-benar menarik perhatian pembaca dari sektor atau unsur pertentangan itu. Demikian pula hal yang dipertentangkan nantinya akan mempengaruhi kehidupan orang banyak, atau perubahan tata nilai yang berarti bagi suatu kehidupan manusia, maka akan mengandung atensi atau perhatian pembaca.

g)      Unsur luas akibat (impact)

Unsur luas akibat akan muncul, manakala terjadi aksi atau tindakan dari pihak tertentu, dimana akibatnya akan memepengaruhi atau menyangkut kepentingan umum atau khalayak. Oleh karena itu, maka akan menjadi berita yang menarik perhatian pembaca.

h)      Unsur penting (important)

Peristiwa-peristiwa yang terjadi, yang timbul atau muncul dan akan berpengaruh pada kehidupan masyarakat, dan juga mengandung nilai yang penting, maka jelas akan menarik perhatian pembaca. Hal itu menuntut seorang wartawan untuk memberitakannya, sehingga masyarakat seakan memperoleh kebutuhan informasi untuk menentukan kehidupan mereka yang lebih lanjut. Nilai atau unsur penting disini, bisa melekat diberbagai hal atau sendi kehidupan.

i)        Unsur perubahan (change)

Suatu perubahan, juga menarik perhatian pembaca. perubahan akan mempengaruhi berbagai sektor kehidupan orang banyak, maka menjadi penting nilainya.

j)        Unsur yang menyentuh perasaan (human interest)

Unsur human interest yaitu peristiwa atau kejadian- kejadian yang dapat menyentuh hati manusia. Human interest disini bisa kejadian-kejadian sukses yang menggembirakan, bisa kegagalan-kegagalan yang menyedihkan, kejadian heroik dan sebagainya. (Widodo, 1997 :21)

Sebuah berita dapat menampilkan sebuah nilai berita dan dapat pula merangkum beberapa nilai berita dalam satu tulisan.
Sumber: http://satriamadangkara.com/unsur-nilai-berita-news-value-dalam-sebuah-tulisan/


Berikut ini adalah dua contoh berita yang mengandung beberapa nilai berita.

Contoh 1
 
Minggu, 27/10/2013 11:48 WIB

Peserta Jakarta Marathon yang Meninggal Seorang Rektor Bernama Sumaryo

Ikhwanul Khabibi - detikNews
http://newopenx.detik.com/images/1x1.gif
Jakarta - Seorang peserta yang turut berlari dalam Jakarta Marathon meninggal dunia di tengah perlombaan. Pria berusia 60 tahun tersebut diketahui bernama Ignatius Sumaryo asal Semarang.

"Peserta yang meninggal bernomor 8260 terdaftar dengan nama Ignatius Sumaryo," kata Kepala Bagian Medis Jakarta Marathon Iwan Kurniawan di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2013).

Iwan menjelaskan Sumaryo terjatuh dan pingsan saat melintasi Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Kemudian ia dilarikan ke RS Jakarta namun nyawanya tak terselamatkan.

"Terjatuh di sekitar Sarinah pukul 06.15 WIB, dilarikan ke RS Jakarta dan dinyatakan meninggal pukul 07.15 WIB," ujar Iwan.

Informasi yang dihimpun Sumaryo berprofesi sebagai rektor Sekolah Tinggi Seminari Mertoyudan. Namun panitia enggan menjelaskan detil identitas Sumaryo.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu mengaku akan mencari tahu detail peristiwa meninggalnya Sumaryo. Ia pun meminta ke depannya para peserta marathon dalam kondisi prima.

"Yang meninggal, saya lihat dulu kejadiannya seperti apa? Harusnya kan yang ikut marathon itu harus dalam kondisi yang prima. Kita harus pelajari nanti persyaratannya seperti apa," ujar Marie di lokasi yang sama.

Sebelumnya, Iwan menyebutkan Sumaryo datang bersama rombongannya dari Semarang. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke ketua rombongan Sumaryo, yang meninggal karena serangan jantung, untuk mengurus administrasi di RS Jakarta.


Berita di atas mengandung nilai timeless, karena diterbitkan hanya beda beberapa jam setelah kejadian tersebut terjadi.  Berita tersebut juga menarik perhatian karena terjadi di keramaian, tepatnya saat perlombaan maraton. Selain itu juga mengandung nilai human interest, karena berita tersebut tentang kematian seseorang.




Contoh 2
Sabtu, 26/10/2013 07:01 WIB

Jerat Akil dengan Pasal TPPU, KPK Segera Lakukan Penyitaan Aset

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - KPK akhirnya menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk Akil Mochtar. Lembaga antikorupsi ini pun langsung bergerak cepat untuk melakukan penyitaan aset-aset Akil yang diduga didapatkan dari uang hasil korupsi.

Sudah menjadi prosedur di KPK, bahwa setelah penerapan pasal pencucian uang akal disusul dengan penyitaan aset. Namun penyidik juga dituntut untuk teliti karena harus memilah mana aset yang diduga didapatkan dari dana hasil korupsi, dan mana yang bukan.

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyatakan lembaganya akan segera bergerak cepat, setelah Akil resmi ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.

"Ikuti saja dinamika gerak cepat KPK," ujar Busyro kepada detikcom, Sabtu (26/10/2013).

KPK memang juga sudah melakukan penyitaan sejumlah aset Akil, terkait dengan kasus penerimaan suap yakni sengketa Pilkada Lebak dan Gunung Mas. Bedanya, penyitaan itu hanya untuk aset yang terkait dengan suap di sengketa Pilkada itu. Dengan pasal pencucian uang, KPK bisa melakukan penyitaan yang lebih luas, karena bisa menyegel harta sebelum tindak pidana suap yang disangkakan, dengan catatan harta tersebut di luar kewajaran dari penghasilan resmi yang didapatkan Akil.

Penyitaan aset terkait sangkaan pencucian uang ini, bukan pertama kali yang dilakukan KPK. Pada tersangka Irjen Djoko Susilo, penyidik langsung melakukan penyitaan besar-besaran, begitu ada keputusan penggunaan pasal TPPU untuk mantan Kakorlantas tersebut.

Tak tanggung-tanggung, penyidik menyegel rumah-rumah Irjen Djoko yang ada di Jakarta, Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Serta tanah di beberapa tempat lain.

Unit usaha Djoko seperti SPBU dan bus pariwisata pun ikut kena segel. Belakangan Djoko dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi dan pencucian uang oleh hakim PN Tipikor Jakarta.


Berita tersebut mengandung nilai penting, karena terkait dengan dugaan kasus pencucian uang yang bisa jadi ada uang negara di dalamnya. Berita ini juga berdampak luas (impact), karena dapat mengubah opini masyarakat secara luas tentang kinerja seorang MK. Otomatis, masyarakat jadi semakin tidak mempercayai hukum di Indonesia. Berita ini juga menarik perhatian, karena terjadi pada seorang Mahkamah Konstitusi yang sering dipanggil “Yang Mulia”, namun diduga melakukan hal yang tidak mulia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menunggu

22.05.2020 Hallo. Kali ini aku kembali memposting cerita di balik lukisan. Lukisan kali ini bukan lukisan lama, tapi justru lukisanku yang paling baru. Media yang aku gunakan adalah dinding kamar yang belum dicat. Lukisan ini menggunakan cat akrilik tanpa campuran air dengan menggunakan kuas. Jika kita melihatnya sekilas, lukisan ini menyerupai pohon. Kakak iparku saat pertama kali melihatnya langsung menyimpulkan bahwa itu adalah pohon terbalik. Ada juga teman yang berpikir itu adalah dua pohon yang berbeda. Tidak masalah. Semua orang bebas memberi makna pada apa yang mereka lihat. Tapi sejujurnya lukisan ini adalah ekspresi kegagalan. Biar aku ceritakan detailnya kenapa lukisan ini bisa terwujud. Saat itu tanggal 21 Mei 2020, waktu menunjukkan kurang lebih pukul 11 malam. Aku sedang berusaha mengunggah beberapa video di google Drive. Tapi karena jaringan internet yang tidak begitu bagus, maka aku harus menunggu cukup lama. Sambil menunggu, aku berusaha menghibur diri juga berupaya me...

02. Renyah

Maba, akronim dari mahasiswa baru. Ketika kata "baru" disematkan, maka ada antusiasme yang mengikutinya. Begitu juga status maba yang kami sandang. Rasanya, semangat belajar sedang berkobar-kobarnya. Rasa ingin menjadi agen of change memaksa diri untuk berpikir kritis, sekedar agar bisa dianggap mahasiswa sejati. Dosen kadang tidak masuk. Membuat semangat belajar ini tidak bisa tersalurkan. Ada dua tipikal mahasiswa, mereka yang kritis atau ingin dianggap begitu, akan mengeluh dan mengungkapkan kepada yang lain bahwa dia merasa rugi sudah bayar SPP. Sementara golongan lain yang masih belum bisa melepaskan kebiasaannya di SMA, atau mereka yang tidak peduli dengan image kritis dan lain-lain itu justru akan bahagia. Saya sendiri memilih menjadi bunglon. Kepada mereka yang kritis, saya sepakat. Tapi kepada mereka yang tidak peduli, saya sepaket. Begitulah jiwa dan pikiranku memilih bercerai. Beruntung imajinasi tidak pernah meninggalkan diriku, jadi perceraian jiwa dan pikiran t...

Tugas Resume MK Komunikasi Politik

BAB V MEDIA POLITIK: SALURAN MASSA, INTERPERSONAL, DAN ORGANISASI Alat atau upaya yang yang digunakan untuk mengirimkan pesan ialah saluran dari ‘siapa mengatakan apa kepada siapa’. SALURAN KOMUNIKASI POLITIK Saluran komunikasi adalah alat serta sarana yang memudahkan penyampaian pesan. Menurut pendapat Kenneth Burke, saluran adalah ciptaan makhluk pemakai lambang untuk melancarkan saling tukar pesan. Saluran di sini bukan hanya alat dan sarana, tetapi juga manusia itu sendiri. Berbeda dengan saluran lain, manusia merupakan saluran yang aktif, selektif, tidak pasif dan netral. Otak manusia menyandikan kembali dan mentransformasi pesan, bukan mekanisme untuk pengalihan bersambung yang sederhana. Alat dan sarana berguna untuk memudahkan tapi bukan untuk menjamin ketepatan. Sebaliknya, bila dipikirkan bahwa pada dasarnya manusia juga adalah sarana, “maka saluran komunikasi itu lebih dari sekedar titik sambungan, tetapi terdiri atas pengertian bersama tentang siapa dapat ber...