Serangga Padang Rumput
Di sebuah padang rumput yang luas,
hiduplah beragam serangga yang di pimpin ole h seekor belalang bernama Ancale.
Sebagai raja, Ancale sangat mencintai rakyatnya, para serangga. Ancale terkenal
akan keramahannya, sehingga hubungan kerajaan serangga dengan hewan-hewan lain
di padang rumput sangat baik. Namun, Ancale adalah pribadi yang terlalu naif.
Tapi itu bukan masalah bagi rakyat serangga karena Ancale mampu membangun
kerajaan serangga yang makmur, tidak ada yang kaya dan tidak ada yang miskin,
namun semua hidup berkecukupan.
Suatu hari, sepupu jauh Ancale
datang berkunjung. Sepupunya itu tidak lain adalah seekor kumbang tanduk
bernama Bogo. Bogo adalah serangga angkuh yang menganggap dirinya paling kuat
dan hebat karena memiliki tubuh gagah dan lebih besar daripada serangga lain.
Kedatangan Bogo disambut baik oleh Ancale. “Hohoho, saudaraku, sudah lama kita
tidak bertemu.” Sambut Ancale sambil memeluk Bogo.
“Yah, sudah lama sekali. Sekarang
kau terlihat lebih kecil dan tidak gagah.” Ungkap Bogo dengan angkuh.
“Benarkah?”
“Yah, tentu saja jika dibandingkan
dengan otot-ototku yang luar biasa ini. Oh lihatlah tandukku yang mempesona
ini. Tidakkah kau iri?”
“Hohoho, iya saudaraku kau nampak
gagah, aku sungguh iri.” Jawab Ancale berbesar hati.
Ancale sangat senang mendapat
kunjungan dari Bogo. Sehingga ia pun memperkenalkan Bogo kepada seluruh rakyat
kerajaan serangga. Mereka pun bersorak gembira, beberapa di antara serangga
mengagumi kegagahan Bogo. Mereka memuji otot dan tanduk Bogo yang sangat
menakjubkan. Namun, pujian-pujian itu berubah setelah mereka melihat perlakuan
Bogo pada serangga-serangga lain. Tanpa sepengetahuan Ancale, Bogo merampas
cadangan makanan para semut, mencuri madu para lebah, dan memperlakukan para
serangga sebagai budak dengan alasan ia adalah sepupu sang raja Ancale yang
harus dihormati.
Perlakuan Bogo yang sangat tidak
berperikeseranggaan membuat rakyat sengsara. Banyak serangga kelaparan, sakit,
bahkan ada yang mati. Namun, para serangga tidak bisa berbuat apa-apa, karena
bagaimanapun juga, Bogo adalah sepupu Sang Raja Ancale. Mereka hanya bisa
meratapi semua yang terjadi. Sementara itu, Ancale bingung dengan keadaan
kerajaan serangga yang semakin memperihatinkan.
Tidak puas dengan membuat sengsara
para serangga, Bogo malah semakin menjadi-jadi. Timbul keingin Bogo untuk
menggantikan Ancale sebagai raja.
“Saudaraku, apakah kau tidak malu? Lihatlah rakyatmu
sengsara. Ini semua karena kau tidak mampu menjadi raja.”
Mendengar itu, Ancale hanya diam
dan termenung. Terlihat raut kesedihan di wajahnya.
“Kau harus melakukan sesuatu. Apa
kau tega melihat rakyatmu sengsara?”
“Tidak, saudaraku. Aku tidak
mungkin tega melihat kesengsaraan rakyatku. Tapi apa yang harus kulakukan?”
“Sebenarnya aku punya satu solusi.
Tapi aku tidak yakin kau akan setuju.”
“Apa itu? Sebutkan saja. Aku akan
berbuat apa saja demi kesejahteraan rakyatku.”
“Benarkah? Kau yakin?”
“Ya, Aku yakin. Katakanlah.”
“Baiklah jika kau memaksa.” Jawab
Bogo “Saudaraku, sepertinya kau harus mundur sebagai raja. Kau harus membiarkan
serangga kuat dan gagah untuk menjadi raja menggantikanmu. Dengan begitu,
kerajaanmu pasti akan kembali makmur.” Lanjut bogo lagi.
“Apakah itu adalah solusi yang
tepat?”
“Tentu saja. Apa kau ragu?”
“Tidak, saudaraku. Aku percaya padamu.
Tapi serangga mana yang bersedia menggantikanku.”
“Kau tidak usah risau. Aku
bersedia melakukannya untukmu dan kerajaan serangga ini.”
“Oh saudaraku, kau sungguh
bijaksana. Baiklah, besok aku akan mengumumkan ini kepada seluruh serangga.”
Mendengar itu, Bogo tersenyum
licik.
Keesokan harinya, Ancale mengumpulkan
seluruh serangga dan mengumumkan bahwa dia bukan lagi raja serangga dan Bogolah
yang akan menggantikannya.
“Rakyatku, serangga-serangga yang
kucintai, aku sangat sedih dengan keadaan kerajaan kita yang semakin
memperihatinkan. Untuk itu, aku memutuskan, bahwa kita harus dipimpin oleh
serangga kuat. Tapi jangan khawatir, kita telah menemukannya. Dia adalah Bogo,
sepupuku yang perkasa.”
Seluruh serangga terkejut. Mereka
bersorak tidak setuju. Namun, kepolosan Ancale membuatnya berpikir bahwa
rakyatnya bersorak gembira.
“Syukurlah jika kalian gembira.
Dengan ini mari kita sambut raja baru kita, Bogo!”
Setelah Bogo jadi raja, ia
mengusir Ancale dari Istana. Ia pun menjadi raja yang serakah. Sementara Ancale
hidup sederhana bersama serangga-serangga lain. Banyak serangga yang mengeluh
dan bertanya kepada Ancale, “Mengapa kau mundur dan menjadikan Bogo sebagai
Raja?” Ancale hanya bisa menjawab bahwa itu semua demi kebaikan para serangga.
Namun, para serangga malah menceritakan kepada Ancale, bahwa yang membuat
kerajaan serangga menjadi seperti ini adalah Bogo.
Mendengar cerita dari para
serangga, Ancale pun menjadi geram. Ia menyadari betapa polosnya ia selama ini.
“Betapa bodohnya aku. Mengapa aku percaya begitu saja pada Bogo.” Ancale pun
mulai mengerahkan rakyat serangga untuk mengalahkan pemerintahan Bogo yang
kejam. “Meskipun kita kecil, tapi bukan berarti kita lemah.”
Seekor serangga bertanya “Lalu apa
yang harus kita lakukan?”
“Apa kita harus merebut kekuasaan
Bogo?”
“Apa kita akan menggantungnya?”
“Atau kita penjarakan saja?”
“Tidak, teman-teman. Jika kita
melakukan itu maka kita sama saja dengan Bogo, sama-sama kejam.”
“Lalu kita harus bagaimana?”
“Mari kita bangun Kerajaan baru di
Padang yang kita cintai ini.”
Semua serangga pun setuju dan
mulai membangun kerajaan baru. Sementara itu Bogo, si raja kejam tinggal
seorang diri di Istana yang lama tanpa punya rakyat seekor pun. Ia hidup
sendiri, dan akhirnya tersadar bahwa ia tidak sanggup hidup tanpa yang lain. Ia
juga butuh teman. Ia menyesal telah berbuat jahat pada sepupunya sendiri, dan
membuat rakyat sengsara. Ia pun mencari dan terus mencari hingga ia menemukan
kerajaan baru para serangga. Awalnya ia ditolak, namun atas kebaikan hati raja
Ancale, maka ia diterima kembali oleh kerajaan serangga. Ia pun berjanji tidak
akan menjadi serangga angkuh lagi, ia akan berusaha memperbaiki dirinya agar
menjadi serangga yang baik. Pada akhirnya semua serangga hidup bahagia bersama
Raja Ancale yang baik hati.
Komentar
Posting Komentar