Kamis, 19 Desember 2013
Hari ini
ada tugas MK Komunikasi Politik. Kami ditugaskan meresume Bab V dari buku“KOMUNIKASI POLITIK: Komunikator, Pesan, dan Media” yang ditulis oleh Dan
Nimmo. Tugas itu diberikan minggu lalu, tapi Aku baru mau mengerjakannya
sekarang. “Aku memang mahasiswa yang tidak patut dicontoh. Tidak berguna.”
Pikirku. Tapi tetap saja nada penyesalan itu sia-sia. Itu tidak bisa
menyelesaikan tugasku. Hal penting yang harus Aku lakukan hari ini adalah
berusaha mengerjakan tugas itu. Seperti mempertaruhkan nasib di meja judi.
Kalau beruntung, ya tugasku bisa selesai sebelum MK dimulai, tapi kalau tidak,
tentu saja Aku harus siap menerima konsekuensinya, apa pun itu.
Karena
semalam Aku tidak tidur (alasannya Klik di sini), maka pagi ini Aku sempatkan untuk tidur sekitar tiga
puluh menit di rumah kakakku, BTN Lagarutu. Namun kehidupan dalam mimpiku pun
tidak beda jauh dengan kehidupan nyata, semuanya terasa melelahkan dan
membuatku tertekan. Bahkan dalam mimpi Aku terlihat datang terlambat ke kampus,
diusir dari kelas, tidak lulus MK karena tugas tidak lengkap, mengulang bersama
adik tingkat, dicemooh teman-teman, dimusuhi dosen dan DO. Sungguh dunia mimpi
ini tidak se-sweet yang kubayangkan.
Dunia maya juga sama saja, sering terjadi kesalahfahaman. Mungkin alam baka
akan jauh lebih buruk lagi. Oh, boy!
Aku
tidak mengerti, kenapa dalam mimpi Aku selalu khawatir. Karena dalam dunia
nyata Aku selalu berusaha untuk tidak khawatir. Aku terus berusaha tenang dan
tetap ceria. Mungkinkah Aku menyangkal segala kehawatiranku sehingga semuanya
malah muncul di mimpi? Ya, sepertinya memang itulah yang terjadi.
Aku sudah cukup jengah dengan mimpi yang
menyebalkan. Kuputuskan untuk bangun dan kembali ke rumah untuk mengambil buku
karya Dan Nimmo yang harus kuresume. Aku mengambilnya dan berangkat ke kampus
tanpa mandi, tentunya Aku tak lupa cuci muka dan menyikat gigi. Aku sangat
terburu-buru, karena MK pertama di mulai pukul 10.45 WITA. Aku sampai di kampus
pukul 11.05 WITA. Yang pertama kulakukan adalah mencari teman-teman yang lain. Namun
tidak seorang pun dari mereka nampak batang hidungnya, mungkinkah semuanya sudah
pesek? (lol)
Betapa
terkejutnya Aku saat kulihat ponsel N70 ku, di sana sudah ada SMS dari Bayu,
ketua kelas Genap angkatan 2012.
“Assalamualaikum
teman semuanya sy sdh telpon Pak Khairil kita tdg jdi msuk skrg brrti kta
kkmpus jam 1 sja MK Komunikasi Politik.” Isi SMS itu.
Aku geram
bukan kepalang. Tapi mau bagaimana lagi, sudah kepalang tanggung kalau Aku harus
kembali ke rumah. Dolo dan UNTAD itu bukan jarak satu dua meter. Aku merenung
dan mencoba mencari hal positif di balik semua ini. “Eureka” kataku dalam hati.
Kalau MK pertama tidak masuk, maka Aku bisa mengerjakan resumeku dengan tenang.
Kuputuskan untuk ke sekret KINESIK (Komunitas Intelektual Mahasiswa Ilmu
Komunikasi), himpunanku.
Tanpa
membutuhkan waktu lama, tugasku pun selesai. Ya Aku hanya mengetik sebanyak 1
halaman saja, sisanya (4 hlm) Aku men-copy file Didit, anak ganjil 2012. Tapi karena
beda program word, hasilnya sangat berantakan. Tapi kalau hanya mengeditnya
saja, itu perkara mudah, 15 menit cukup bagiku. Setelah selesai, Aku pun ke
Warnet Sakura yang ada di Perdos (Perumahan Dosen). Di sana Aku bertemu Jenny
dan Hadi, rupanya mereka juga sedang print
tugas. Tapi mereka selesai lebih dulu.
***
Dalam
perjalanan kembali ke FISIP UNTAD, Aku melihat banyak mahasiswa dengan toga di
kepalanya bersama kerabat dan keluarga masing-masing. Tergurat senyum di bibir
mereka, ekspresi bahagia yang indah. Mereka terlihat berfoto di dekat air
pancoran yang tidak jauh dari FISIP. Sebuah pemandangan yang membuatku terjebak
dalam banyak tanya.
“Jika
Aku terus seperti sekarang, akankah Aku bisa seperti mereka?”
“Jika
Aku terus malas-malasan, akankah Aku bisa seperti mereka?”
“Jika
Aku masih memegang teguh prinsip tiba masa tiba akal, akankah Aku bisa seperti
mereka?”
Pertanyaan
itu seperti berulang-ulang tawaf di atas kepalaku. Dengan senyum yang terasa
berat, Aku menjawab pertanyaanku sendiri “Tidak, kecuali Aku berubah.”
The END
Catatan:
Masih ingat dengan ceritaku yang berjudul “Maaf,Maaf dan Maaf” ? atau sama sekali belum baca? Hmmm L Padahal hari ini Aku mau cerita tentang tulisan di dinding ruangan BTF 3 “MAHASISWA GOBLOK. DOSEN LEBIH GOBLOK” sampai sekarang tulisan itu masih bertahan di singgasananya. Bahkan tulisan “1771 orang menyukai ini.” yang juga tertulis di bawahnya lengkap dengan icon jempol malah bertambah karakternya menjadi “17710 orang menyukai ini.”
Harusnya Aku berinisiatif untuk mengecatnya. Tapi Aku tidak
punya uang, dan lagi kalau pun Aku ada uang, Aku punya banyak kebutuhan primer
yang harus dipenuhi. Aku jadi tambah merasa bersalah saja kalau memikirkan
tulisan di dinding itu.
Komentar
Posting Komentar