Assalamu alaikum,
Ini adalah lembaran kelima dari tugas saya. Hari ini
saya benar-benar buntu ingin menulis apa. Hingga saya mengingat sebuah dosa
yang pernah saya buat. Mungkin jika diceritakan, beban saya akan sedikit
berkurang, atau bahkan nilai saya yang akan berkurang, tapi itu urusan nanti.
Yang terpenting saat ini adalah jujur mumpung ada kesempatan. Karena untuk
jujur dan mengakui kesalahan biasanya bukanlah hal yang mudah.
Saya akan mencoba menceritakan sebuah kejadian yang mungkin
menempatkan saya sebagai seorang pelaku kejahatan. Namun, mudah-mudahan tidak
terlalu jahat. Saya ingat ketika Salah seorang dosen memperhatikan dinding dan
membaca tulisan “Mahasiswa goblok. Dosen lebih goblok” dan di bawah tulisan itu
ada tulisan lagi “1771 menyukai ini.” Lengkap dengan gambar jempolnya. Saat itu
saya adalah salah satu yang ikut tertawa, bukan karena lucu sebenarnya. Tapi
itu adalah jalan yang saya pilih untuk menutupi rasa bersalah, karena saya juga
terlibat
Ini sebenarnya lebih kepada sebuah pengakuan. Jujur
saja, tulisan “Mahasiswa Goblok” itu memang sudah ada sejak saya semester I.
Saat itu saya agak kesal membacanya. Saya tidak mengerti siapa yang menulis
itu. Tapi melihat kenyataan yang ada bahwa memang mahasiswa sekarang kebanyakan
apatis, maka saya mengambil kesimpulan bahwa tulisan itu ada benarnya. Sudah
lama sejak saya melihat tulisan itu, hingga akhirnya saya memasuki semester II.
Di semester II perhatianku kembali
tertuju pada dinding itu dan di sana sudah ada ketambahan tulisan “Dosen
lebih goblok.”
Saat itu saya berpikir bahwa sepertinya dinding ini
memang adalah sarana penyampaian aspirasi. Entah setan apa yang merasuki
pikiran saya saat itu hingga saya berinisiatif menambahkan tulisan “1 orang
menyukai ini.” Lengkap dengan gambar jempolnya. Maaf kepada setan, jika saya
dan spesies saya, manusia sering mengkambinghitamkan setan atas segala tindakan
tercela yang kami perbuat. Maaf juga kepada kambing hitam, yang sering kami
sebut-sebut dalam situasi tertentu seperti saat ini. Maaf juga untuk semua pihak, karena saya turut
ambil bagian dalam kasus coret-menyoret dinding.
Seperti itulah kejahatan yang saya buat. Namun
belakangan tulisan itu bertambah lagi karakternya. Entah siapa lagi yang
menambah angka di depannya hingga tulisannya berubah menjadi “1771 orang
menyukai ini.”

Komentar
Posting Komentar