Langsung ke konten utama

Dampak Teknologi

Dampak Positif dan Negatif Teknologi

Berdasarkan Pengalaman

Segala sesuatu pasti ada plus-minusnya. Begitu juga teknologi, ada dampak positif dan negatifnya. Sekarang saya akan mengemukakannya berdasarkan pengalaman pribadi saya terkait dampak teknologi, sebagai berikut.

Ø Dampak Negatif

Kita mulai dari sisi minusnya.

Pertama, diawal kita mengenal yang namanya teknologi, sangat mungkin membuat kita lupa banyak hal. Seperti ketika saya pertama kali mengenal Tv, saya sampai lupa bersosialisasi dengan orang lain karena terlalu fokus nonton Tv; pertama kali bermain Play Station (PS), saya bahkan lupa makan hanya karena ingin sampai pada level tertinggi; dan pertama kali saya mengenal internet, saya lupa belajar karena sibuk browsing dan download games.

Kedua, teknologi pada awalnya juga membuat kecanduan. Mungkin karena ada perasaan haus akan hiburan, sehingga saat sudah merasa mendapatkan kesenangan dari teknologi, maka kita pun jadi ingin terus menggunakannya. Contoh kecilnya, social media, khususnya facebook dan twitter. Pada awalnya hanya iseng, tapi seterusnya jika sehari saja tidak membuka jejaring sosial tersebut, seperti ada yang kurang dalam hidup ini. Hanya rasa bosan yang akhirnya menyelamatkan saya dari kecanduan itu.

Ketiga, teknologi khususnya internet sangat riskan merusak moral dan rawan tindak kejahatan. Situs pornografi misalnya. Sebenarnya mengakses situs porno adalah hak siapa saja. Bukan hak saya atau siapapun untuk menghakimi. Tapi sangat disayangkan ini bisa merusak moral, memicu pelecehan seksual dan tindak asusila bahkan tidak jarang berujung pembunuhan. Seperti kasus yang baru-baru ini saya saksikan di salah satu stasiun televisi swasta, seorang kakek tega hamili cucunya, dan bahkan sepupu korban juga pernah berbuat hal yang sama karena terpengaruh oleh video porno yang mereka tonton. Itu hanya satu dari sekian banyak kasus yang terjadi dan diketahui publik. Parahnya, saya bahkan pernah ke sebuah warnet dan saya berada di sebuah bilik yang kebetulan bersebelahan dengan bilik yang diisi oleh beberapa anak SD. Ketika saya berdiri, saya pun tidak sengaja melihat mereka tengah menonton video mesum dengan serius. Sangat memprihatinkan. Teknologi juga rawan tindak kejahatan. Pernah dengar kasus “Mama Minta Pulsa”? ya, itu adalah kasus yang sebenarnya agak lucu, tiba-tiba saya dapat SMS dari nomor yang saya tidak kenal dan isinya dia mengaku sebagai ibu saya dan minta dikirimi pulsa kenomor barunya. Sayangnya, saya tahu benar, bahwa ibu saya hanya tahu cara menerima telepon. Dia terlalu tua untuk mengenal SMS. Selain kasus itu, banyak juga penipuan lain yang terjadi bukan hanya melalui SMS tapi juga Internet tentu saja. Bahkan ada penculikan dengan dalih kopi darat. Keluarga saya di Bone pernah jadi korban penculikan. Awalnya mereka kenal di Facebook, kemudian ia diajak ketemuan, dan akhirnya tidak kembali selama beberapa minggu. Beruntung ia selamat, kabarnya dia sempat dibawa ke kalimantan.

Keempat, teknologi beresiko menjauhkan yang dekat. Contoh kasus, teman saya pernah menemukan SMS berbau perselingkuhan dari perempuan lain di phonsel pacarnya dan mereka putus.

 

Ø Dampak Positif

Selain memilki nilai minus, teknologi juga memiliki dampak positif yang merupakan refleksi dari nilai minusnya. Berikut dampak positif teknologi.

Pertama, teknologi sebagai penyimpanan permanen dan sarana pengingat. Selain blog, ada juga google drive dan 4shared yang merupakan sarana penyimpan data secara gratis. Tanpa perlu lagi membawa hardisk kemana-mana, data kita bisa kita peroleh selama ada jaringan internet. Selain itu banyak momen-momen masa lalu yang mungkin sudah kita lupakan, bisa teringat kembali karena adanya social media.

Kedua, teknologi mempermudah kegiatan manusia. Dengan adanya komputer, kita tidak perlu menulis dengan menggunakan pena. Dengan adanya email dan SMS, kita tidak perlu mengirim surat ke kantor pos.

Ketiga, teknologi sebagai sarana informasi dan komunikasi yang menghemat waktu dan biaya. Dengan adanya blog, kita bisa mendapatkan informasi dan berbagi informasi dengan orang lain yang bahkan kita tidak kenal di seluruh dunia. Kita bisa memperoleh banyak referensi untuk belajar melalui internet. Selain itu, kita bisa berkomunikasi dengan kerabat ataupun teman yang berada di tempat berbeda. Tanpa perlu melakukan perjalanan untuk bertemu mereka.

Keempat, teknologi mendekatkan yang jauh. Melalui internet, kita bisa lebih mengenal orang lain, seolah kita berada dekat dengannya meskipun kita berada di lain benua. Semua itu lagi-lagi terwujud dengan adanya social media.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menunggu

22.05.2020 Hallo. Kali ini aku kembali memposting cerita di balik lukisan. Lukisan kali ini bukan lukisan lama, tapi justru lukisanku yang paling baru. Media yang aku gunakan adalah dinding kamar yang belum dicat. Lukisan ini menggunakan cat akrilik tanpa campuran air dengan menggunakan kuas. Jika kita melihatnya sekilas, lukisan ini menyerupai pohon. Kakak iparku saat pertama kali melihatnya langsung menyimpulkan bahwa itu adalah pohon terbalik. Ada juga teman yang berpikir itu adalah dua pohon yang berbeda. Tidak masalah. Semua orang bebas memberi makna pada apa yang mereka lihat. Tapi sejujurnya lukisan ini adalah ekspresi kegagalan. Biar aku ceritakan detailnya kenapa lukisan ini bisa terwujud. Saat itu tanggal 21 Mei 2020, waktu menunjukkan kurang lebih pukul 11 malam. Aku sedang berusaha mengunggah beberapa video di google Drive. Tapi karena jaringan internet yang tidak begitu bagus, maka aku harus menunggu cukup lama. Sambil menunggu, aku berusaha menghibur diri juga berupaya me...

02. Renyah

Maba, akronim dari mahasiswa baru. Ketika kata "baru" disematkan, maka ada antusiasme yang mengikutinya. Begitu juga status maba yang kami sandang. Rasanya, semangat belajar sedang berkobar-kobarnya. Rasa ingin menjadi agen of change memaksa diri untuk berpikir kritis, sekedar agar bisa dianggap mahasiswa sejati. Dosen kadang tidak masuk. Membuat semangat belajar ini tidak bisa tersalurkan. Ada dua tipikal mahasiswa, mereka yang kritis atau ingin dianggap begitu, akan mengeluh dan mengungkapkan kepada yang lain bahwa dia merasa rugi sudah bayar SPP. Sementara golongan lain yang masih belum bisa melepaskan kebiasaannya di SMA, atau mereka yang tidak peduli dengan image kritis dan lain-lain itu justru akan bahagia. Saya sendiri memilih menjadi bunglon. Kepada mereka yang kritis, saya sepakat. Tapi kepada mereka yang tidak peduli, saya sepaket. Begitulah jiwa dan pikiranku memilih bercerai. Beruntung imajinasi tidak pernah meninggalkan diriku, jadi perceraian jiwa dan pikiran t...

Tugas Resume MK Komunikasi Politik

BAB V MEDIA POLITIK: SALURAN MASSA, INTERPERSONAL, DAN ORGANISASI Alat atau upaya yang yang digunakan untuk mengirimkan pesan ialah saluran dari ‘siapa mengatakan apa kepada siapa’. SALURAN KOMUNIKASI POLITIK Saluran komunikasi adalah alat serta sarana yang memudahkan penyampaian pesan. Menurut pendapat Kenneth Burke, saluran adalah ciptaan makhluk pemakai lambang untuk melancarkan saling tukar pesan. Saluran di sini bukan hanya alat dan sarana, tetapi juga manusia itu sendiri. Berbeda dengan saluran lain, manusia merupakan saluran yang aktif, selektif, tidak pasif dan netral. Otak manusia menyandikan kembali dan mentransformasi pesan, bukan mekanisme untuk pengalihan bersambung yang sederhana. Alat dan sarana berguna untuk memudahkan tapi bukan untuk menjamin ketepatan. Sebaliknya, bila dipikirkan bahwa pada dasarnya manusia juga adalah sarana, “maka saluran komunikasi itu lebih dari sekedar titik sambungan, tetapi terdiri atas pengertian bersama tentang siapa dapat ber...