Langsung ke konten utama

Pengantar Antropologi: Ruang Lingkup Antropologi

1.     Ruang Lingkup Pembahasan Antropologi

Tujuan ilmu antropologi dapat dibagi menjadi dua, yaitu tujuan akademikal dan praktis. Tujuan akademikalnya adalah mencapai pengertian tentang makhluk manusia pada umumnya dengan mempelajari anekawarna bentuk fisik, masyarakat, serta kebudayaannya. Karena di dalam padalah mempelajari manusia dalam anekawarna masyarakat suku bangsa guna membangun masyarakat suku bangsa itu.

Dari kedua tujuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup pembahasan antropologi adalah anekawarna bentuk fisik, masyarakat, serta kebudayaannya, dan manusia dalam anekawarna masyarakat suku bangsa.

 

2.     Hubungan Antropologi dan Ilmu-Ilmu Lain

 

a.      Hubungan antara Antropologi dan Geologi

Bantuan ilmu geologi yang mempelajari ciri-ciri lapisan bumi serta perubahan-perubahannya, terutama dibutuhkan oleh sub ilmu paleo antropologi dan prehistori untuk menetapkan umur relative dari fosil-fosil makhluk primat dan fosil-fosil manusia dari zaman dahulu, serta artefak-artefak dan bekas-bekas kebudayaan yang digali dalam lapisan-lapisan bumi. Hal ini mungkin dengan terutama menganalisa dengan metode-metode geologi, umur dari lapisan-lapisan bumi tempat artefak-artefak tadi terkandung.

 

b.      Hubungan antara Antropologi dan Paleontologi

Bantuan dari paleontology sebagai ilmu yang meneliti fosil makhluk-makhluk dari kala-kala dahulu untuk membuat suatu rekonstruksi tentang proses evolusi bentuk-bentuk makhluk dari kala-kala dahulu hingga sekarang, tentu juga sangat diperlukan ilmu paleo antropologi dan prihistori. Pengertian tentang umur dari fosil-fosil kera dan manusia, artefak-artefak bekas kebudayaan yang digali itu, dapat juga dicapai dengan mengetahui umur relative fosil-fosil paleontology yang terdapat di dekatnya.

 

c.      Hubungan antara Antropologi dan Anatomi

Seorang sarjana antropologi fisik, baik yang mengkhusus kepada paleo antropologi maupun yang meneliti ciri-ciri ras-ras di dunia, sangat perlu akan ilmu anatomi karena ciri-ciri dari berbagai bagian kerangka manusia, tengkorak, dan cirri-ciri bagian tubuh manusia pada umumnya, menjadi objek penelitian yang terpenting dari seorang ahli antropologi fisik untuk mendapat pengertian tentang soal asal mula dan penyebaran manusia serta hubungan antara ras-ras di dunia.

 

d.      Hubungan antara Antropologi dan Kesehatan Masyarakat

Ilmu antropologi dapat memberi kepada para dokter kesehatan masyarakat yang akan bekerja dan hidup di berbagai daerah dengan aneka warna kebudayaan mengenai konsepsi dan sikap penduduk desa terhadap kesehatan, penyakit, dukun, obat-obatan tradisional, kebiasaan, pantangan makan, serta metode-metode dan cara-cara untuk segera mengerti dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan adat-istiadat lain.

 

e.      Hubungan antara Antropologi dan Psikiatri

Hubungan antara dua ilmu ini juga merupakan perluasan dan ri hubungan antara antropologi dan psikologi. Baik psikiatri maupun psikologi dapat melakukan simbiosis mutualisme dengan sub ilmu etnopsikologi. Sebab, para ahli antropologi yang ingin mengetahui seluk beluk perubahan suatu kebudayaan harus pula mngetahui terlebih dahulu mengenai seluk beluk kelakuan dan tindakan individu yang dapat dipahami dan dipelajari melalui ilmu psikologi.

 

f.       Hubungan antara Antropologi dan Ilmu Linguistik

Ilmu antropologi sejak jaman dahulu telah mengumpulkan bahan etnografis tentang bahasa pribumi dari berates-ratus suku bangsa. Bahan itu dapat berupa daftar kata-kata, catatan tentang tata bahasa, bahkan sering kali pelukisan lengkap tentang bahasa-bahasa tadi dipakai untuk mengembangkan teori-teori tentang azas-azas bahasa, oleh suatu ilmu bagian dari antropologi yang disebut etnolinguistik. Sebaliknya, para ahli antropologi yang akan melakukan penelitian di suatu daeh harus mempelajari bahasa setempat dengan cepat sehingga membutuhkan bantuan dari ilmu linguistik.

 

g.      Hubungan antara Antropologi dan Arkeologi

Antropologi dapat menambah bahan dari zaman yang lebih tua kepada arkeologi melalui cabang ilmu bagian yang disebut prehistori yang dapat member penjelasan mengenai zaman-zaman hingga berpuluh ribu tahun yang lalu. Selain itu, antropologi juga dapat member keterangan mengenai bagian dari kebudayaan suatu bangsa yang tidak dapat diberikan oleh arkeologi.

 

h.      Hubungan antara Antropologi dan Sejarah

Konsep-konsep tentang kehidupan masyarakat yang dikembangkan oleh antropologi dan ilmu-ilmu sosial lainya akan member banyak pengertian kepada seorang ahli sejarah untuk mengisi latar belakang peristiwa politik dalam sejarah yang menjadi objek penelitiannya. Para ahli antropologi sebaliknya juga membutuhkan sejarah, terutama sejarah dari suku-suku bangsa dalam daerah yang ditanganinya.

 

i.        Hubungan antara Antropologi dan Geografi

Diantara beraenakwarna macam bentuk flora dan fauna, ada pula manusia yang juga memiliki beranekawarna sifat di bumi. Karena antrpologi adalah satu-satunya ilmu yang mampu menyelami masalah aneka warna manusia itu, makan sudah tentu ilmu geografi membutuhkan antropologi. Sebaliknya, seorang ahli antropologi juga akan memerlukan sederet pengertian tentang geografi, karena banyak masalah kebudayaan yang erat kaitannya dengan lingkungan.

 

j.       Hubungan antara Antropologi dan Ekonomi

Seorang ahli ekonomi yang ingin membangun ekonomi di suatu wilayah, tentu ia harus tahu benar mengenai system masyarakat, cara berpikir, pandangan dan sikap hidup dari warga masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Sehingga antropologi akan sangat berguna.

 

k.     Hubungan antara Antropologi dan Hukum Adat

Antropologi penting karena hokum adat timbul dan hidup dari masalah-masalah perdata yang berasal dari dalam aktivitas masyarakat. Hukum adat pun penting bagi antropologi, disebabkan konsepsi antropologi yang menganggap hokum sebagai alat control sosial.

 

l.        Hubungan antara Antropologi dan Ilmu Administrasi

Ilmu administrasi Indonesia tentu akan menghadapi masalah-msalah yang sama seperti ilmu ekonomi di Indonesia. Lagipula, bahan keterangan mengenai masalah-masalah yang berhubungan dengan agraria, yan juga menjadi suatu kompleks masalah yang sangat penting dalam ilmu administrasi antara lain bisa didapatkan dengan penelitian berdasarkan metode-metode antropologi.

 

m.   Hubungan antara Antropologi dan Politik

Seorang ahli antropologi dalam hal mempelajari suatu masyarakat untuk menulis sebuah deskripsi etnografi tentang masyarakat tersebut tentu akan menghadapi kekuatan dan proses politik local, serta aktivitas dari cabang-cabang partai politik nasional setempat. Untuk menganalisa gejala-gejala tersebut, ia perlu mengetahui konsep-konsep dan teori-teori ilmu politik juga.


 

3.     Skema Cabang-Cabang Antropologi

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menunggu

22.05.2020 Hallo. Kali ini aku kembali memposting cerita di balik lukisan. Lukisan kali ini bukan lukisan lama, tapi justru lukisanku yang paling baru. Media yang aku gunakan adalah dinding kamar yang belum dicat. Lukisan ini menggunakan cat akrilik tanpa campuran air dengan menggunakan kuas. Jika kita melihatnya sekilas, lukisan ini menyerupai pohon. Kakak iparku saat pertama kali melihatnya langsung menyimpulkan bahwa itu adalah pohon terbalik. Ada juga teman yang berpikir itu adalah dua pohon yang berbeda. Tidak masalah. Semua orang bebas memberi makna pada apa yang mereka lihat. Tapi sejujurnya lukisan ini adalah ekspresi kegagalan. Biar aku ceritakan detailnya kenapa lukisan ini bisa terwujud. Saat itu tanggal 21 Mei 2020, waktu menunjukkan kurang lebih pukul 11 malam. Aku sedang berusaha mengunggah beberapa video di google Drive. Tapi karena jaringan internet yang tidak begitu bagus, maka aku harus menunggu cukup lama. Sambil menunggu, aku berusaha menghibur diri juga berupaya me...

02. Renyah

Maba, akronim dari mahasiswa baru. Ketika kata "baru" disematkan, maka ada antusiasme yang mengikutinya. Begitu juga status maba yang kami sandang. Rasanya, semangat belajar sedang berkobar-kobarnya. Rasa ingin menjadi agen of change memaksa diri untuk berpikir kritis, sekedar agar bisa dianggap mahasiswa sejati. Dosen kadang tidak masuk. Membuat semangat belajar ini tidak bisa tersalurkan. Ada dua tipikal mahasiswa, mereka yang kritis atau ingin dianggap begitu, akan mengeluh dan mengungkapkan kepada yang lain bahwa dia merasa rugi sudah bayar SPP. Sementara golongan lain yang masih belum bisa melepaskan kebiasaannya di SMA, atau mereka yang tidak peduli dengan image kritis dan lain-lain itu justru akan bahagia. Saya sendiri memilih menjadi bunglon. Kepada mereka yang kritis, saya sepakat. Tapi kepada mereka yang tidak peduli, saya sepaket. Begitulah jiwa dan pikiranku memilih bercerai. Beruntung imajinasi tidak pernah meninggalkan diriku, jadi perceraian jiwa dan pikiran t...

Tugas Resume MK Komunikasi Politik

BAB V MEDIA POLITIK: SALURAN MASSA, INTERPERSONAL, DAN ORGANISASI Alat atau upaya yang yang digunakan untuk mengirimkan pesan ialah saluran dari ‘siapa mengatakan apa kepada siapa’. SALURAN KOMUNIKASI POLITIK Saluran komunikasi adalah alat serta sarana yang memudahkan penyampaian pesan. Menurut pendapat Kenneth Burke, saluran adalah ciptaan makhluk pemakai lambang untuk melancarkan saling tukar pesan. Saluran di sini bukan hanya alat dan sarana, tetapi juga manusia itu sendiri. Berbeda dengan saluran lain, manusia merupakan saluran yang aktif, selektif, tidak pasif dan netral. Otak manusia menyandikan kembali dan mentransformasi pesan, bukan mekanisme untuk pengalihan bersambung yang sederhana. Alat dan sarana berguna untuk memudahkan tapi bukan untuk menjamin ketepatan. Sebaliknya, bila dipikirkan bahwa pada dasarnya manusia juga adalah sarana, “maka saluran komunikasi itu lebih dari sekedar titik sambungan, tetapi terdiri atas pengertian bersama tentang siapa dapat ber...