Langsung ke konten utama

Jatuh Cinta & Perubahan Emosi

Jatuh cinta. Sebuah frasa yang menggambarkan kecerobohan, rasa sakit, kasih serta sayang. Emosi dan keterlibatan obsesi menambah daftar dramatisasi sensasi farasa ini. Sedikit melenceng dari perspektif orang yang sedang jatuh cinta, penulis ingin menjelaskan secara ilmiah bagaimana manusia merasakan jatuh cinta.
Meskipun fenomena jatuh cinta itu sering disebut sebagai sesuatu yang tidak berdasar secara logika. Tapi pada kenyataannya proses jatuh cinta sangatlah ilmiah yang dengan kata lain adalah logis. Jatuh cinta melibatkan hormon dan syaraf serta berkaitan erat dengan kondisi biologis seseorang. Agar menjadi mudah untuk dipahami, penulis akan membagi tahapan jatuh cinta kedalam 3 bagian penting:

Pra Jatuh Cinta

Apa yang terjadi sebelum jatuh cinta? Ada proses penbentukan sensasi atas sebuah penerimaan rangsangan pada reseptor individu. Ransangan ini bisa berwujud suara, gerakan, sentuhan, cita rasa, atau aroma. Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa panca indra menjadi bagian yang paling berkontribusi. Namun, tidak semua sensasi akan mengarah pada jatuh cinta. Hanya sensasi tertentu yang bisa berkelanjutan sampai ke tahap selanjutnya.

Sensasi yang dimaksud adalah sensasi yang memberikan peningkatan ketertarikan. Kalau soal ini, yang memengaruhi bisa jadi adalah pengalaman atau minat individu. Ketika individu memiliki minat terhadap seni misalnya, maka sensasi yang dirasakan saat melihat lukisan akan berbeda dengan sensasi ketika melihat sebuah foto. Meskipun sama-sama dua dimensi, namun minat terhadap lukisan akan memberikan sesasi lebih saat melihat lukisan. Karena ada minat yang besar terhadap seni lukis dibandingkan fotografi. Sensasi yang terbentuk saat melihat sebuah foto mungkin cukup berkesan baik, namun tidak cukup mampu memenangkan kompetisi saat berhadapan dengan juri yang disebut dengan opiod.

Reseptor Opiod bertanggung jawab menentukan suka dan tidak suka terhadap sesuatu. Efek dari aktifnya reseptor ini hampir sama dengan obat pereda nyeri seperti morfin atau zat serupa opium. Wah ternyata kita bisa memproduksi efek adiktif lewat sensasi yang kita rasakan. Jadi, stop Narkoba, mulailah memiliki hobby atau minat yang positif. Akhirnya, sensasi yang paling disukai oleh Opiodlah yang akan berhasil maju ke tahap selanjutnya, yaitu jatuh cinta.

Jatuh Cinta

Pada tahapan ini, individu banyak melibatkan hormon-hormon. Diantaranya dopamin, adrenalin, norepinefrin. Dopamin merupakan senyawa kebahagiaan, sedangkan adrenalin berfungsi meningkatkan ketegangan, sementara norepinefrin memiliki efek yang sama dengan kafein. Jadi perpaduan ketiganya bisa dibayangkan bukan? Individu akan merasa bahagia, tegang, dan juga tidak bisa tidur. Wadidaw.

Jatuh cinta ditandai juga dengan keinginan untuk mengetahui lebih banyak soal individu yang membuat kita merasakan jatuh cinta tersebut. Individu akan berupaya mencari tahu hal terkecil hingga hal terbesar. Tanpa dasar. Tidak butuh alasan. Bahkan jika dipikirkan secara logis, hal itu mungkin tidak akan memberi pengaruh apa-apa dalam aspek kehidupan sosial si individu. Namun hal tersebut dapat memberi rasa bahagia. Rasa penasaran ini dipicu oleh notepinefrin tadi, nah ketika rasa penasaran terpenuhi, maka dopamin mengalami peningkatan. 

Dalam masa-masa jatuh cinta, darah akan mengalir deras menuju ke bagian otak yang disebut nukleus akumben. Nukleus akumben adalah bagian otak yang mengendalikan kenikmatan serta penghargaan (reward). Itulah sebabnya ketika individu jatuh cinta, maka akan ada rasa respect terhadap orang yang dicintai. Hanya dengan memikirkannya saja, individu akan langsung merasakan kenikmatan atau kebanggan. Karena otak sudah disetting untuk mengenali ketika ada informasi masuk tentang si dia. Jadi, tidak perlu bertanya-tanya kenapa wajahmu merona saat orang-orang membicarakannya? Itu hasil settingan otak dan permainan hormon-hormon yang aktif tanpa kita sadari.

Selain peningkatan beberapa hormon  dan zat tertentu, ada juga zat yang berpotensi mengalami penurunan. Zat ini adalah serotonin. Ketika serotonin berkurang, maka individu akan cenderung mengabaikan hal-hal negatif yang dimiliki orang yang dia cintai. Individu hanya akan melihat yang baik-baik saja. Kecenderungan ini menyebabkan individu menjadi terobsesi terhadap orang yang dicintai. Wadidaw. Ini bukan hanya terjadi pada orang yang jatuh cinta, tapi pada penderita OCD juga sama. Mereka akan mengabaikan hal positif dari bakteri atau sesuatu yang kotor, mereka hanya terobsesi pada kebersihan.

Pasca Jatuh Cinta


Tahapan ini bukan berarti individu berhenti jatuh cinta. Namun, terjadi perubahan atau lebih tepatnya adaptasi. Tubuh akan terbiasa dengan perubahan hormon saat jatuh cinta. Sehingga hormon adrenalin sudah tidak memiliki peran besar. Individu tidak lagi merasa gugup saat bertemu orang yang dicintai. Bukan berarti dia sudah tidak cinta, hanya saja tubuhnya sudah terbiasa dan menjadikan pertemuan atau peristiwa-peristiwa yang terjadi sebagai sesuatu yang normal. Yup, sama seperti new normal. Pada tahapan ini, yang dibangun bukan lagi perasaan cinta semata, namun komitmen. Hal ini karena adanya rasa nyaman satu sama lain.

Ada dua hormon yang berperan dalam tahap ini, yakni Oksitosin dan Vasopresin. Peningkatan dua hormon ini menyebabkan perasaan tentram dan rasa aman. Sehingga hanya dengan memikirkannya saja anda sudah merasa tenang dan damai. Hal ini yang menyebabkan kecenderungan untuk berkomitmen. Jadi, kalau kamu bertanya-tanya kenapa dia belum mau berkomitmen, mungkin dia belum menemui puncak rasa tentram dan aman saat bersamamu. Asek.

Itulah sedikit soal jatuh cinta yang bisa penulis bagikan. Penulis juga bukan pakar, cuma sebatas tahu sekedarnya. Ini pun bukan pemikiran asli, hanya hasil baca-baca artikel kesehatan. Semoga bermanfaat ya. Obsesif boleh, posesif jangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menunggu

22.05.2020 Hallo. Kali ini aku kembali memposting cerita di balik lukisan. Lukisan kali ini bukan lukisan lama, tapi justru lukisanku yang paling baru. Media yang aku gunakan adalah dinding kamar yang belum dicat. Lukisan ini menggunakan cat akrilik tanpa campuran air dengan menggunakan kuas. Jika kita melihatnya sekilas, lukisan ini menyerupai pohon. Kakak iparku saat pertama kali melihatnya langsung menyimpulkan bahwa itu adalah pohon terbalik. Ada juga teman yang berpikir itu adalah dua pohon yang berbeda. Tidak masalah. Semua orang bebas memberi makna pada apa yang mereka lihat. Tapi sejujurnya lukisan ini adalah ekspresi kegagalan. Biar aku ceritakan detailnya kenapa lukisan ini bisa terwujud. Saat itu tanggal 21 Mei 2020, waktu menunjukkan kurang lebih pukul 11 malam. Aku sedang berusaha mengunggah beberapa video di google Drive. Tapi karena jaringan internet yang tidak begitu bagus, maka aku harus menunggu cukup lama. Sambil menunggu, aku berusaha menghibur diri juga berupaya me...

02. Renyah

Maba, akronim dari mahasiswa baru. Ketika kata "baru" disematkan, maka ada antusiasme yang mengikutinya. Begitu juga status maba yang kami sandang. Rasanya, semangat belajar sedang berkobar-kobarnya. Rasa ingin menjadi agen of change memaksa diri untuk berpikir kritis, sekedar agar bisa dianggap mahasiswa sejati. Dosen kadang tidak masuk. Membuat semangat belajar ini tidak bisa tersalurkan. Ada dua tipikal mahasiswa, mereka yang kritis atau ingin dianggap begitu, akan mengeluh dan mengungkapkan kepada yang lain bahwa dia merasa rugi sudah bayar SPP. Sementara golongan lain yang masih belum bisa melepaskan kebiasaannya di SMA, atau mereka yang tidak peduli dengan image kritis dan lain-lain itu justru akan bahagia. Saya sendiri memilih menjadi bunglon. Kepada mereka yang kritis, saya sepakat. Tapi kepada mereka yang tidak peduli, saya sepaket. Begitulah jiwa dan pikiranku memilih bercerai. Beruntung imajinasi tidak pernah meninggalkan diriku, jadi perceraian jiwa dan pikiran t...

Tugas Resume MK Komunikasi Politik

BAB V MEDIA POLITIK: SALURAN MASSA, INTERPERSONAL, DAN ORGANISASI Alat atau upaya yang yang digunakan untuk mengirimkan pesan ialah saluran dari ‘siapa mengatakan apa kepada siapa’. SALURAN KOMUNIKASI POLITIK Saluran komunikasi adalah alat serta sarana yang memudahkan penyampaian pesan. Menurut pendapat Kenneth Burke, saluran adalah ciptaan makhluk pemakai lambang untuk melancarkan saling tukar pesan. Saluran di sini bukan hanya alat dan sarana, tetapi juga manusia itu sendiri. Berbeda dengan saluran lain, manusia merupakan saluran yang aktif, selektif, tidak pasif dan netral. Otak manusia menyandikan kembali dan mentransformasi pesan, bukan mekanisme untuk pengalihan bersambung yang sederhana. Alat dan sarana berguna untuk memudahkan tapi bukan untuk menjamin ketepatan. Sebaliknya, bila dipikirkan bahwa pada dasarnya manusia juga adalah sarana, “maka saluran komunikasi itu lebih dari sekedar titik sambungan, tetapi terdiri atas pengertian bersama tentang siapa dapat ber...