Langsung ke konten utama

Postingan

8 Pengalaman Pribadi

Pada Posting Kali ini, saya akan berbagi tugas mata kuliah Creative Writing . Kali ini kami diberi tugas untuk menuliskan tujuh pengalaman pribadi selama tujuh hari alias seminggu. Berikut ini judul-judul ke-8 pengalamanku. Laci, Pemberi Harapan Palsu "Woy, Dero dimana?" Malam Jum'atku KULJUM (Kuliah Jum'at) Maaf, Maaf dan Maaf Getar-Getar? Esai? atau Curhat? Rabu, Ini Sepenuhnya Salahku!

Esai? Atau Curhat?

Assalamu alaikum, Setiap saya mencoba menulis sebuah karya fiksi, saya selalu berusaha melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Begitu pula cara saya menulis. Sesunggunya saya belum menemukan ciri khas yang bisa mewakili karakter saya. Terkadang saya menulis dengan bahasa sastrawi, terkadang malah terlalu formal, tapi kadang-kadang menulis dengan dialek kaili menjadi sebuah pilihan yang unik bagi saya. Sejujurnya orang tua saya bukan orang kaili, keduanya orang bugis, tapi lahir dan tinggal di sini, apa itu tidak cukup bagi saya untuk disebut sebagai orang kaili? Mungkin tidak, mungkin juga iya. Tapi apapun pilihannya, minumnya teh botol sosro. Gaya bahasa dalam menulislah yang akhirnya mengantarkan saya pada sebuah titik terang bahwa mencari gaya bahasa yang tepat dalam menulis sama halnya dengan mencari jati diri. Ada tahapan dan prosesnya. Semua butuh waktu. Tapi saya yakin, bahwa jati diri adalah sesuatu yang muncul dari dalam diri dan tidak dibuat-buat. Sesuat...

Getar-Getar?

Assalamu alaikum, Sebenarnya saya tidak tahu harus menulis apa hari ini. Tapi saya mencoba mengulik masa lalu dan mengutak-atik memori saya hingga saya menemukan sebuah pengalaman yang mungkin bisa untuk diceritakan, meskipun agak klise. Tapi saya mencoba menuangkannya ke paragraf demi paragraf dalam halaman ini. Ini cerita pengalaman saya ketika SD. Waktu itu saya sangat polos. Untuk pertama kalinya saya mau dekat dengan lawan jenis. Karena hanya dia anak laki-laki yang pintar di kelas, yang lain Cuma sekumpulan anak laki-laki yang nakal dan suka bermain. Teman saya yang saya sebut-sebut sebagai anak laki-laki yang pintar itu, namanya Dayat. Secara fisik dia juga sangat menarik, bersih, putih, matanya cokelat, dan bibirnya merah, hanya saja dia kurang tinggi. Saat itu kami duduk bersebelahan smbil menerima pelajaran dari ibu Voni. Seorang guru yang sangat luwes, cantik dan tidak pernah melupakan latar belakang budayanya. Ini terbukti dari logat Manadonya yang tidak pern...

Maaf, Maaf, dan Maaf (3M)

Assalamu alaikum, Ini adalah lembaran kelima dari tugas saya. Hari ini saya benar-benar buntu ingin menulis apa. Hingga saya mengingat sebuah dosa yang pernah saya buat. Mungkin jika diceritakan, beban saya akan sedikit berkurang, atau bahkan nilai saya yang akan berkurang, tapi itu urusan nanti. Yang terpenting saat ini adalah jujur mumpung ada kesempatan. Karena untuk jujur dan mengakui kesalahan biasanya bukanlah hal yang mudah. Saya akan mencoba menceritakan sebuah kejadian yang mungkin menempatkan saya sebagai seorang pelaku kejahatan. Namun, mudah-mudahan tidak terlalu jahat. Saya ingat ketika Salah seorang dosen memperhatikan dinding dan membaca tulisan “Mahasiswa goblok. Dosen lebih goblok” dan di bawah tulisan itu ada tulisan lagi “1771 menyukai ini.” Lengkap dengan gambar jempolnya. Saat itu saya adalah salah satu yang ikut tertawa, bukan karena lucu sebenarnya. Tapi itu adalah jalan yang saya pilih untuk menutupi rasa bersalah, karena saya juga terlibat Ini se...

KULJUM (Kuliah Jum’at)

Assalamu alaikum, Nasumpu raraku leh kuliah hari Jumat. Bukannya saya malas kuliah. Tapi berdasarkan jadwal, mata kuliahku Cuma hari senin sampai kamis. Tapi kemarin Ibu Rahmah salah satu Dosen Mata Kuliah Creative Writing batambah pertemuan karena beberapa kali pertemuan dosennya tidak masuk, dan dia pilih hari jumat sore. Beruntung sebenarnya punya dosen kaya Ibu Rahmah yang selalu memperhatikan mahasiswanya. Tapi bagi mahasiswa yang tidak tahu diuntung, ya otomatis hal itu tidak dianggap sebagai keuntungan. Saya misalnya. Saya badiri balihat keluar jendela sambil menikmati hawa panasnya Sulawesi Tengah. Hawa yang bikin mengeluh orang-orang, hawa yang bikin orang bastatus di facebook “Pe panas jo”, “Itu matahari atau kompor?”, “Napane eyoooow”, dan lain sebagainya. Hawa yang bikin saya tidak betah lama-lama di daerah yang dingin karena so tabiasa dengan hawa panasnya Palu, ngataku. Tanpa saya sadari, so tidak tadengar lagi suara di masjid. Tidak lama, lewat tetanggak...

Malam Jum’atku

Assalamu alaikum, Saya punya cerita tentang pengalaman pribadi saya yang jarang sekali saya bagi dengan orang lain. Pengalaman ini adalah pengalaman yang saya rasa akan sulit untuk saya lupakan. Dulu waktu masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah kelas IX, saya pernah dipercayakan untuk membaca puisi di taman GOR. Waktu itu ada festifal yang saya juga lupa namanya apa. Yang jelas banyak anak mudanya, terus ada anak-anak band indi yang tampil di sana. Waktu itu saya datang tidak sendiri. Saya bersama guru Bahasa Indonesia saya yang sangat cantik dan masih sangat muda, Ibu Vivi namanya. Di sana dia punya banyak teman dari sanggar seni yang diikutinya sewaktu kuliah. Jadi dia sama sekali tidak canggung. Dia benar-benar terlihat seperti anak gaul . Sangat berbeda dengan saya yang terlihat cupu dan seperti takut dengan keramaian. Ya, memang benar saya takut dengan keramaian, apa lagi itu pertama kalinya saya keluar di malam hari tanpa pengawalan orang tua atau kakak. Seingat...