Langsung ke konten utama

Postingan

Menunggu

22.05.2020 Hallo. Kali ini aku kembali memposting cerita di balik lukisan. Lukisan kali ini bukan lukisan lama, tapi justru lukisanku yang paling baru. Media yang aku gunakan adalah dinding kamar yang belum dicat. Lukisan ini menggunakan cat akrilik tanpa campuran air dengan menggunakan kuas. Jika kita melihatnya sekilas, lukisan ini menyerupai pohon. Kakak iparku saat pertama kali melihatnya langsung menyimpulkan bahwa itu adalah pohon terbalik. Ada juga teman yang berpikir itu adalah dua pohon yang berbeda. Tidak masalah. Semua orang bebas memberi makna pada apa yang mereka lihat. Tapi sejujurnya lukisan ini adalah ekspresi kegagalan. Biar aku ceritakan detailnya kenapa lukisan ini bisa terwujud. Saat itu tanggal 21 Mei 2020, waktu menunjukkan kurang lebih pukul 11 malam. Aku sedang berusaha mengunggah beberapa video di google Drive. Tapi karena jaringan internet yang tidak begitu bagus, maka aku harus menunggu cukup lama. Sambil menunggu, aku berusaha menghibur diri juga berupaya me...

Tangisan Putri

Tangisan Putri 22.02.2014 Aku sudah lupa kapan tepatnya lukisan ini kubuat. Tapi berdasarkan riwayat publishnya, karya ini pertama kali aku publish pada 22 Februari 2014 pada akun Google+. Sayangnya Google+ sudah RIP. Tapi aku bersyukur, Google masih menyimpan cadangan foto-foto yang pernah aku post di sana. Salah satunya lukisan ini, yang tidak pernah aku beri nama. Tapi hari ini aku pikir mungkin sebaiknya lukisan ini kuberi nama dan yang terpikirkan saat melihatnya lagi adalah "Tangisan Putri". Kalau dipikir-pikir, ini hanya sebuah lukisan bernuansa abu-abu yang memperlihatkan sesosok anak kecil sedang duduk menyembunyikan wajahnya di balik lutut dan lengannya. Rambutnya panjang. Tidak ada yang benar-benar tahu apa dia sedang menangis atau tidak. Tidak ada yang benar-benar tahu apa dia seorang anak perempuan atau laki-laki. Tapi karena ini karyaku, jadi kuputuskan menganggapnya seorang putri dan sedang menangis. Putri yang dimaksudkan di sini adalah anak perempuan, bukan p...

Perbandingan Antara Web UNTAD & University Of Oxford

Perbandingan Antara Desain Web Universitas Tadulako (UNTAD) dengan University Of Oxford http://www.untad.ac.id/ http://www.ox.ac.uk/ Pada dasarnya web yang baik adalah web yang menarik dan memudahkan orang untuk mencari informasi di dalamnya. Di sini kita sudah punya dua desain web yang akan dibandingkan, yakni UNTAD dan University Of Oxford. Berikut tampilan Home Page dari kedua web tersebut. Bila dilihat home pagenya, keduanya sama-sama menampilkan tipografi yang sederhana ditambah dengan gambar yang cukup menarik dan tentunya logo universitas. Untuk membandingkan kedua web tersebut, kita bisa lihat dari warna, tipografi, grafik, menu, dan kontennya. 1.       Warna Untad menggunakan backgroun putih yang dipadupadankan dengan warna biru agak gelap sebagai headernya. Perpaduan yang cukup menarik. Warna putih memberi kesan suci dan bersih, natural, kosong, tak berwarna, netral, awal baru, kemurnian dan kesuc...

TEKNOLOGI KOMUNIKASI ft. Instructur Canvas

Cara Submit Tugas Ke Instructure Canvas Pertama-tama kalian harus menyetor alamat email kalian ke Ibu Andi Aqifah sebagai instruktur atau pembimbing MK Teknologi Komunikasi. Pastikan kalian telah diinvite ke Insture Canvas dengan cara membuka email kalian. Di sini kita ambil contoh email Ryan Hardian Umar. Kemudian cek email masuk. Seperti gambar di atas yang diberi tanda elips merah adalah pesan yang akan kamu terima setelah Ibu Andi Aqifah menginvite email kamu untuk masuk di Instructure Canvas. Kemudian klik kotak masuk dengan subjek "Instructure Canvas" tersebut, dan akan tampil pesan berikut: klik teks link "Click here to get started", kemudian kalian akan dialihkan ke tab baru seperti gambar di bawah ini. Klik button "Accept". kemudian akan tampil seperti gambar berikut Tool tersebut hanya muncul jika sebelumnya telah ada yang log in ke Instructure Canvas. Tool tersebut muncul karena sebelumnya nurlianaumar@gmail.com telah log ...

Puisi Untuk Disnatalis KINESIK yang Ke - 10

Puing - Puing Oleh: Nurliana Mengenang setiap peluh Menggenggam segenap keluh Bukan kita, bila tanpa mengadu Bukan kita, jika tak mengeluh Sejak yang terucap hanya untaian debu, Kita telah runtuh Sejak hanya ada aku Hingga yang ada hanya kau Dan tak pernah ada kita, Seperti itukah kita berpisah? Kita sudah lama bercerai berai dalam satu Jauh sebelum gedung berubah gardu Jauh sebelum puing-puing   beradu Sadarkah kita, kawan Setiap bait lagu suci menggolora tentang kita Menggelitik indra pengecap hingga memar Namun yang terasa hanya hampa, hambar Lidah ini, lidah itu Terbiasa dengan omong kosong segala rupa Hingga segala isi menguap hilang percuma Bukankah lebih baik tumpah Agar kita lebih cepat menyadari makna yang hilang Kita harus pulang Kini hari mulai petang Jikalau hanya puing-puing yang kau dapat Kau boleh mengumpat, kau boleh memucat, tapi jangan sekarat Lihatlah puing-puing itu terlihat lezat Telah ...

Dampak Teknologi

Dampak Positif dan Negatif Teknologi Berdasarkan Pengalaman Segala sesuatu pasti ada plus-minusnya. Begitu juga teknologi, ada dampak positif dan negatifnya. Sekarang saya akan mengemukakannya berdasarkan pengalaman pribadi saya terkait dampak teknologi, sebagai berikut. Ø Dampak Negatif Kita mulai dari sisi minusnya. Pertama , diawal kita mengenal yang namanya teknologi, sangat mungkin membuat kita lupa banyak hal. Seperti ketika saya pertama kali mengenal Tv, saya sampai lupa bersosialisasi dengan orang lain karena terlalu fokus nonton Tv; pertama kali bermain Play Station (PS), saya bahkan lupa makan hanya karena ingin sampai pada level tertinggi; dan pertama kali saya mengenal internet, saya lupa belajar karena sibuk browsing dan download games. Kedua , teknologi pada awalnya juga membuat kecanduan. Mungkin karena ada perasaan haus akan hiburan, sehingga saat sudah merasa mendapatkan kesenangan dari teknologi, maka kita pun jadi ingin terus menggu...